Kamis, 30 Oktober 2014

PERAN & PARTISIPASI MASYARAKAT MEMBANGUN INFRA STRUKTUR DESA PADA PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

Desa Talang Pamesun mengerti benar dengan perlunya peningkatan infra struktur di desanya terutama kebutuhan akan sarana prasarana jalan & jembatan yang menghubungkan kebun kebun rakyat dengan jalan poros desa dan selanjutnya dapat membawa hasil kebun rakyat ke pemasarannya. Walaupun sebagian penduduk desa adalah warga tranmigrasi dari pulau jawa pada zaman orde baru, dan sebagian penduduk lainya adalah warga asli Talang Pamesun tetapi mereka dapat berbaur dengan baik. Tiga tahun terakhir tepatnya sejak terdanainya kegiatan pelatihan menjahit di Desa Talang Pamesun, desa ini tidak dapat prioritas lagi dalam perengkingan kegiatan yang terdanai Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan ( PnPm MPd ) kecamatan Jujuhan Kabupaten Bungo. Ada kekecewaan dari Tim 6 desa setiap pulang dari Musyawarah Antar Desa Prioritas Usulan ( MAD ) setiap tahunnya. 
Pada MAD Sosialisasi PnPm Mpd Tahun Anggaran 2014 bulan Oktober 2013 disepakati & ditetapkan Sangsi desa yang boleh ikut berpartisipasi dalam perengkingan ( MAD Prioritas usulan ) adalah desa yang tunggakan SPP nya dibawah Rp10.000.000,- , sekali lagi Desa Talang Pamesun tersandung untuk dapat terdanai kegiatan Fisik PnPm Mpd, tetapi KPMD desa ini tidak patah semangat & kehilangan akal dengan mengajak tokoh masyarakat setempat untuk duduk bersama mencari jalan keluar dari permasalah tunggakan SPP ini akhirnya didapatlah penyelasaian dari permasalah tunggakan SPP ini, yaitu dengan bekerja sama dengan KUD desa yang menerima hasil panen penduduk, bagi kelompok/anggota kelompok SPP yang mempunyai tunggakan langsung dipotong tunggakan SPPnya pada saat menerima hasil panen mereka, karena ini adalah keputusan desa mau tidak mau anggota kelompok SPP tersebut harus menerimanya. Sehingga pada saat MAD Prioritas Usulan desa ini dapat ikut bersaing dengan 6 desa lainya yang tidak tersandung tunggakan SPP dari 10 desa yang ada di kecamatan Jujuhan. Tetapi jalan untuk dapat terdanai kegiatan fisik PnPm mPd tidak semulus yang dibayangkan, ternyata alokasi dana PnPm Mpd tahun anggaran 2014 kecamatan Jujuhan tidak mencukupi untuk dapat mendanai sampai dengan rengking ke 5 urutan perengkingan hasil MAD Prioritas Usulan. Karena desa Talang Pamesun hanya dapat perengkingan dengan urutan yang ke lima.

Dengan sabar tokoh masyarakat dan pelaku PnPm MPd desa Talang Pamesun menunggu hasil akhir dari sisa dana yang mungkin ada dari hasil Desain RAB desa desa yang urutan perengkingannya di atas desa Talang Pamesun. Akhirnya sehari sebelum MAD Penetapan usulan dikonfirmasikanlah ke Desa Talang Pamesun bahwa ada sisa dana hasil Rp 87.216.000,- hal ini tidak memungkinkan untuk membuat Jembatan Beton yang di usulkan dalam proposal usulan desa untuk kegiatan PnPm Mpd TA 2014. Kembali hal ini menjadi penghalang mewujudkan pembangunan Sarana Prasaran di desa Talang Pamesun, dan sekali lagi Tokoh masyarakat & pelaku PnPm Mpd desa Talang Pamesun duduk bersama memikirkan jalan keluar agar dapat mewujudkan cita cita mereka.
Kerjasama dengan KUD desa kembali jadi jalan penyelesaianya, untuk menanggulangi kekurangan biaya pembuatan jembatan tersebut pihak KUD dapat memberikan pinjaman dengan catatan dana pnjaman tersebut harus diangsur oleh masyarakat desa atau penerima manfat langsung dari pemakai Jembatan yang akan dibangun tersebut. Diadakan rapat bersama antara pihak KUD, tokoh masyarakat, perangkat desa, masyarakat penerima manfaat dan masyarakat desa pada umumnya, ditanyakan apakah bersedia untuk menyumbangkan sebagian uang hasil panen mereka untuk dapat membantu pembangun jembatan ini. Hasilnya sungguh diluar perkiraan seluruh masyarat ternyata bersedia menanggulangi kekurangan dana Pembangunan Jembatan Beton ini, dengan pembagian sumbangan masing masing kepala keluarga hanya Rp 50.000,-.
Hal yang menjadi renungan kita bersama adalah bahwa tidak ada hal yang tidak mungkin jika segala sesuatu itu kita pikul bersama sama, sesuai pepatah nenek moyang kita “Berat sama dipukul, ringan sama sama dijinjing“, hal ini terbukti benar dengan bentuk Swadaya desa Talang Pamesun yang mencapai Rp 54.060.000,-. Ketangguhan pelaku PnPm Mpd, perangakat desa & tokoh masyarakat desa Talang Pemesun sudah teruji dengan disepakatinya Swadaya desa ini.
Khusus untuk desa Talang Pamesun ini KPMD desanya telah gabung dengan Program PnPm Mpd sejak Kecamatan Jujuhan ikut dalam program PnPm mPd TA 2007. Walaupun usianya sudah cukup tua nenek Juminten ini sangat kekeh memajukan desanya seberat apapun tantangnya sanggup diselesaikanya dengan baik dan disambut baik oleh tokoh masyarakat desa Talang Pamesun. Pada tahun 2012 nenek Juminten ini mendapat penghargaan sebagai KPMD terbaik untuk Kabupaten Bungo. 
Semoga dengan cerita tentang desa Talang Pamesun ini dan Nenek Juminten dapat membuka mata kita yang masih menghitung untung dan rugi dalam bekerja membangun desa. “Selamat dan Sukses Untuk program PnPm MPd”. 

Kamis, 20 Februari 2014

APRESIASI YANG MENGGUGAH MOTIVASI


   

Keberadaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MPd) di kecamatan Jujuhan kabupaten Bungo tidak terasa sudah tujuh tahun, dimulai dari 2007. Sudah semua desa (Desa : dibaca Dusun)) mendapat manfaat dari program ini yang mengedepankan sisi pemberdayaan terhadap masyarakat untuk dapat mandiri, bangkit dari kemiskinan yang melanda. Sebanyak Rp. 6 milyar dana bantuan langsung masyarakat baik dari APBN dan APBD digelontorkan selama kurun waktu tersebut. Bentuk kegiatan yang didanai baik berupa sarana prasarana (fisik), peningkatan kapasitas masyarakat (pelatihan) dan simpan pinjam khusus perempuan (SPP).



Dari rentang waktu tersebut dengan wujud kegiatan yang terdanai dengan biaya yang tidak sedikit, ternyata belum semua masyarakat mengetahui apa itu PNPM-MPd. Kalaupun juga tahu, pemahaman mereka sangat minim sekali, hanya tahu sekilas saja atau tahu dari jenis kegiatan fisik yang terbangun, tanpa mengerti apa esensi dari terbangunnya kegiatan tersebut. Sedangkan dari masyarakat pelaku dan pemanfaat yang sejatinya sering berkutat dalam kegiatan PNPM-MPd pun kadang juga belum sepenuhnya mencapai pemahaman yang utuh mengenai PNPM-MPd.  Intinya, pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap keberadaan program belum maksimal dan hal ini mesti ditingkatkan.

Upaya untuk lebih meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang PNPM-MPd yaitu dengan penyebaran informasi dan juga sosialisasi program. Informasi tentang program dan pelaksanaannya disebarluaskan. Ini diupayakan sebagai media pembelajaran mengenai konsep, prinsip, prosedur, kebijakan, tahapan pelaksanaan dan hasil pelaksanaan kepada masyarakat luas. Itupun harus dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan oleh pihak-pihak yang berkompeten dengan program.

Papan Informasi di Desa Sirih Sekapur Perkembangan

Untuk mewujudkan tersosialisasinya serta tersebarluasnya informasi tentang program tentunya perlu sarana atau media informasi yang handal, baik tradisional maupun modern sehingga memenuhi tujuan yang dimaksud.  Salah satu media informasi itu adalah Papan Informasi (PI). Ada beberapa hal kenapa PI cukup efektif sebagai media informasi terutama diwilayah perdesaan. Antara lain biaya pembuatannya yang relatif terjangkau, penempatannya mudah dimana saja lokasi yang diinginkan, ragam berita yang dapat disajikan tidak saja kegiatan program namun juga informasi bersifat umum lainnya yang bermanfaat.

Untuk kecamatan Jujuhan, Papan Informasi (PI) sudah ada di semua desa dan di kecamatan. Kondisi Papan Informasi beragam, namun secara fisik semuanya layak pakai. Berdasarkan pantauan dibeberapa desa berita yang disajikan cukup update. Pengelolaan dan pemantauan Papan Informasi itu sendiri dilaksanakan oleh tim kecil yang dikoordinir oleh Pendamping Lokal (PL), yang juga mengomandoi Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD) untuk menjaga kelestarian Papan Informasi, disamping pelaku lain di desa yang juga ikut dilibatkan. Wujudnya, keberadaan papan informasi lengkap dengan beritanya tersaji. Walaupun materi berita belum sepenuhnya sesuai yang di idealkan, namun dapat dilihat semangat dari pengelola (tiap desa) untuk menampilkan materi informasi yang bisa menimbulkan rasa ingin tahu masyarakat.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap pengelolaan Papan Informasi yang ada, diadakanlah lomba terhadap pengelolaan Papan Informasi. Tujuannya adalah untuk penghargaan terhadap usaha penyebarluasan informasi program, juga untuk memotivasi pengelola Papan Informasi di desa menampilkan ragam informasi ter update. Untuk pelaksanaannya dibentuklah panitia pelaksana yang terdiri dari Pendamping Lokal (PL) dan beberapa KPMD. Untuk penilaiannya melibatkan unsur BKAD, UPK, PjOK, FK/FT. Kriteria penilaian meliputi; lokasi Papan Informasi, bentuk fisik Papan Informasi yang baik, tata letak (lay out), ragam informasi (termasuk info yang update dan kesesuaian dengan alur yang berlangsung). Singkat kata didapat beberapa Papan Informasi yang termasuk kategori terbaik mewakili desa masing-masing. Hal ini diumumkan pada saat pelaksanaan Musyawarah Prioritas Usulan.

Penyerahan Penghargaan kepada Pemenang Lomba Papan Informasi Terbaik

Apresiasi yang diberikan kepada Papan Informasi yang dikategorikan terbaik bukan untuk sekedar trend atau meniru hal serupa dilain tempat. Namun inilah salah satu bentuk motivasi kepada pengelola ataupun pihak desa yang peduli pada keberadaan Papan Informasi. Fungsi Papan Informasi yang selain media informasi juga untuk sarana pembelajaran (edukasi) prinsip transparansi dan akuntabilitas bagi masyarakat dan pelaku PNPM-MPd setempat perlu dipertegas dengan konsistennya menjaga dan merawat asset tersebut. Papan Informasi jangan dijadikan etalase cantik tanpa makna. Justru ujung tombak penyebaran sosialisasi dan informasi yang cukup efektif itulah yang disandang oleh Papan Informasi. Karena masyarakat dapat setiap waktu membacanya, sehingga diharapkan pengetahuan dan pemahaman seluruh lapisan masyarakat tentang PNPM-MPd dapat secara berangsur ditingkatkan.


#Salam Sikompak#
Hari Sumarno/FK Jujuhan 

Rabu, 19 Februari 2014

SUKU ANAK DALAM PUN MENIKMATI SURPLUS PNPM-MPd

 Tak kusangka sebelumnya, bila Program PNPM ini Program yang sangat menyentuh masyarakat, baik yang berpartisipasi langsung dan yang tidak berpartisipasi, sebagai contoh yang bisa ku tulis. Di UPK Jaya Mandiri Kecamatanku mendapat surplus yang sangat besar, itu di dapat dari pengembalian SPP yang lancar dan tidak ada tunggakan berkat kerja sama antara pelaku di UPK dan desa, sudah 3 kali UPK kecamatan pelepat membagikan dana sosial untuk anak yatim piatu, orang jompo, anak cacat dan untuk suku anak dalam atau yang biasa di sebut orang KUBU. Pada tahun 2012 UPK kecamatan Pelepat membagikan dana sosial untuk suku anak dalam yaitu bedah rumah, bagi suku kubu yang sudah menetap di desa Dwi Karya Bhakti.   
 
Keadaan rumah sebelum di bedah  



 



  Kami memandang perlu untuk kesejahteraan suku kubu yang menetap di wilayah kecamatan, walau kami menyadari suku anak dalam belum ikut berpartisipasi banyak di PNPM. Tetapi  itu merupakan bagian dari masyarakat Pelepat. Ketika kami akan melakukan bedah rumah suku anak dalam,kami mengadakan survai lapangan dan rapat internal.dalam rencana bedah di sepakati jumlah biaya dan jumlah rumah yang akan di bedah. Ketika kami mulai melakukan  bedah rumah suku anak dalam,yang kami renovasi diantaranya perbaikan dinding kayu, pengecatan, lantai ubin cor semen. Dan setelah pekerjaan bedah rumah suku anak selesai bisa 4 rumah terealisasi dengan dana kurang lebih 8 jutaan  dan suku anak dalam menerima dengan suka cita, dan suku anak dalam kami undang pada peresmian kantor UPK, yang di hadiri oleh bapak bupati Bungo, wakil bupati Bungo, kepala Kodim, Kapolres, Kepala BPMPD PP dan KB dan undangan lainnya, dan kami juga membagikan seragam sekolah pada suku anak dalam yang sudah bersekolah baik tingkat dasar atau menengah pertama.  

Keadaan rumah setelah di bedah   











Di tulis oleh  : Muh . Hasyim 

Pendamping Lokal kecamatan Pelepat