Minggu, 09 November 2014

Pengelolaan Dana Bergulir SPP di UPK “Besamo Lestari” Kec. Jujuhan Ilir Kab. Bungo bisa membantu mengembangkan usaha kelompok


Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MPd) bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat yang sasarannya masyarakat miskin produktif dipedesaan yang artinya bagi mereka yang memiliki usaha kecil yang kesulitan untuk pengembangan usahanya karena selalu terkendala masalah pendanaan sehingga selain kegiatan sarana dan prasarana, dikecamatan Jujuhan Ilir sesuai dengan kebijakan PNPM-MPd bahwa sebesar maksimal 25% dari total alokasi dana BLM dialokasikan untuk kegiatan Simpan Pinjam (SPP) bagi kelompok perempuan, maka kegiatan SPP ini juga didanai dari dana BLM dan untuk pengembangannya maka dikenal dengan istilah perguliran. PNPM-MPd yang masuk ke Kec. Jujuhan Ilir sejak tahun 2009 selalu mengalokasikan untuk dana SPP sebagai suntikan dana untuk pengembangan kegiatan ini, berikut tabel alokasi dana SPP dari awal tahun PNPM-MPd sampai sekarang di Kec. Jujuhan Ilir :
   
Alokasi Dana SPP Kec. Jujuhan Ilir
Salah satu kelompok yang memanfaatkan dana bergulir SPP ini adalah kelompok “ COKLAT “ yang diketua oleh ibu “ KASNI “ beralamat di dusun sari mulya kec. Jujuhan Ilir, ibu kasni ini mempunyai usaha membuat keripik tempe, usaha ini sudah ada sejak lama dan sudah memulai usahanya sejak 10 tahun yang lalu dengan produksi berkisar 5 kg perhari, dengan adanya bantuan pinjaman dana bergulir dari PNPM MPd melalui kel Executing sehingga usaha ibu kasni ini bisa berkembang, saat ini rata-rata produksi perhari mencapai 12 kg perhari yang diolah menjadi tempe dan selanjutnya digoreng menjadi keripik tempe. Cara memproduksi keripik tempe ini juga tidak terlalu sulit, diawali dengan kacang kedelai direbus kemudian direndam semalaman lalu dimasukkan kedalam tangki mesin penggiling untuk memisahkan kulit kacang, langkah selanjutnya kacang dicampur dengan ragi lalu dibungkus dengan daun pisang selama + 1 malam lalu digoreng keesokan harinya dengan adonan tepung yang sudah dicampur bumbu sesuai pesanan, ibu kasni ini sudah meminjam dana spp yang ketiga kalinya dengan pinjaman Rp. 10 juta.

Keripik tempe ini dipasarkan masih sebatas pesanan yang daerah pemesananannya paling jauh masih dari daerah Muara Bungo. Dari pengelolaan usaha keripik tempe ini untuk memproduksi 12 kg kacang kedelai per hari bisa mendapatkan + 150 bungkus setiap bungkusnya sebanyak rata-rata 7 keping tempe untuk itu membutuhkan modal + Rp. 396.000,- dari hasil penjualan keripik tempe ibu Kasni bisa menghasilkan keuntungan berkisar + Rp. 304.000,- perhari, untuk tenaga kerja bisa mencapai 10 orang setiap hari meskipun kadang-kadang Cuma 3-5 orang yang berkerja setiap harinya.
  
Manfaat dari pengelolaan dana bergulir ini juga dirasakan oleh masyarakat yang tidak langsung memanfaatkan dana bergulir tersebut, dari pengelolaan yang baik oleh UPK pada tahun 2013 diperoleh surplus yang dikenal dengan surplus UPK yang alokasinya untuk penambahan modal, dana kelembagaan, bonus UPK dan sebagian untuk dana sosial, dana sosial ini langsung dikelola oleh Badan Kerja Sama Antar Desa ( BKAD ) sehingga dana bergulir ini disamping bermanfaat untuk meningkatkan perekonomian masyarakat juga berdampak pada pemberian pelayanan sosial kepada masyarakat
Kegiatan Sosial Sunatan Masal
Pelayanan yang diberikan berdasarkan hasil kesepakatan Musyawarah Antar Desa ( MAD ) yaitu berupa bantuan sunatan massal dan pemberian paket seragam sekolah yang sasarannya anak-anak dari keluarga yang kurang mampu tingkat perekonomiannya, bantuan ini telah diberikan kepada anak-anak untuk sunatan massal sebanyak 80 orang anak yang berasal dari 7 dusun yang ada dalam kecamatan jujuhan ilir sedangkan untuk pemeberian paket seragam sekolah diberikan kepada 55 orang anak yang juga berasal dari 7 dusun.
Total dana yang diberikan berjumlah Rp. 24.800.000,- selain itu juga ada sumbangan dari para donatur sebesar Rp. 750.000,-. Kegiatan ini dilaksanakan berkat kerjasama dan koordinasi yang baik dengan dinas kesehatan Kabupaten Bungo, sehingga sunatan massal dilaksanakan dengan lancar, kehadiran masyarakat pada kegiatan inipun cukup banyak sehingga acara terlihat meriah meskipun tanpa mengundang pejabat dari pemerintahan kabupaten, disamping itu kegiatan ini dibuka langsung oleh Bapak Camat Jujuhan Ilir sekali gus memberikan sambutan kepada semua yang hadir. Dengan ada kegiatan ini PNPM MPd bisa menunjukkan kepada masyarakat bahwa pemerintah melalui programnya telah menunjukkan kepedulian yang nyata dan langsung kepada masyarakat yang kurang mampu melalui sebagian jasa yang diperoleh Unit Pengelola Kegiatan ( UPK ) terhadap pengelolaan dana bergulir Simpan Pinjam Perempuan ( SPP ), mudah-mudahan kedepan program ini akan terus dilaksanakan sehingga secara tidak langsung bisa memberikan penyadaran kepada masyarakat luas untuk selalu berpartisipasi didalam setiap tahapan program. Disisi budaya program ini juga bisa mengajak masyarakat untuk saling bergotongroyong atau secara bersama-sama dalam segala hal yang positif, baik dalam menentukan perencanaan pembangunan desa maupun kebersamaan pada pelaksanaan pembangunan yang diwujudkan dalam bentuk swadaya masyarakat.

0 komentar:

Posting Komentar